Banyak pertanyaan yang terlontar dari teman-teman setelah aku menikah, dan satu terbanyak adalah pertanyaan,

“Aneh enggak? Ada cowok tidur disebelahmu?”.

Aku pun akan balik bertanya. Pernah enggak, bayangin hidup lo akan berubah untuk memikirkan makanan orang lain? menghawatirkannya saat hujan deras di waktu pulang kantor? atau seikhlas itu kerja banting tulang, terus gajinya buat di kasih ke orang lain, bahkan kadang enggak nyisain buat lo main?

Nikah atau Bahasa KTP kawin, enggak hanya akan merubah hidupmu dari yang sekamar sendiri, jadi sekasur berdua. Kalau aku, iya awalnya aneh, biasanya yang nemenin hanya sebuah guling yang kita peluk pelukin, sekarang orang yang bisa buat kita nyender saat tidur. Orangnya bahkanuntuk masing-masing pasangan akan berbeda, ada yang udah kenal tahunan tapi tak jarang yang baru kenal disaat akan menikah atau ada juga yang jatuh cinta setelah menikah.

Tapi, Namanya udah komitmen untuk berumah tangga. Harus pinter pinter nyesuaiin diri. Ingat yang beradaptasi bukan hanya kamu, tapi pasangan kamu juga bahkan keluarga dan teman-teman kita. Semuanya berusaha menyesuaikan perubahan sehidup semati ini. Nanti akan ada saatnya kamu akan merasakan perbedaan kebiasaan sehari-hari, seperti kamu Sukanya minuman hangat, pasanganmu lebih suka minuman dingin. Kamu lebih suka mie instan yang tidak terlalu matang, sedangkan pasanganmu sangat suka mie yang terebus matang atau kamu terbiasa masak tanpa MSG sedangkan pasanganmu terbiasa untuk mengkonsumsi masakan berMSG dan segala perbedaan lainnya yang tak dapat di hindari mau sekenal apapun kita dengan pasangan. Hal ini aku bahas karena, tanpa sadar sikap kita akan di tentukan di sini. Ada sebagian pasangan yang mentoleransi tapi tak jarang kadang ada yang masih sering keberatan akan perbedaan yang ada. Kunci awalnya, kembali ke pesan tetua, “Rumah tangga itu kuncinya sabar”.

Kalau aku pribadi, menikah itu butuh nyaman, dan nyaman akan didapatkan saat aku sadar ternyata aku sudah selesai dengan diri aku yang hidup sendiri. Sehingga aku siap, hidup berdua dan berkeluarga. Selesai dengan diri sendiri yang ku maksud adalah sudah enggak ada hal apapun yang aku kejar secara pribadi, misalnya pengen traveller sendirian, pengan gaji yang ku hasilkan kelak penuh buat aku sendiri atau keinginan lainnya. Kenapa ini penting? Karena keinginan pribadi lah yang akan menumbuhkan ego yang besar sehingga toleransi dengan pasangan akan susah, kehidupanmu akan penuh dengan dumelan. Aku ambil contoh, kalua misal saat kamu menikah, kamu masih ingin setiap sabtu minggu jalan-jalan berdua, sedangkan ternyata sering di hari sabtu, pasanganmu harus lembur dikantor, hal ini kaau enggak didasari dengan ego yang sudah tidak tinggi akan menimbukan cekcok dan ketegangan dengan pasangan.

Sesungguhnya, aku sadar bahwa aku sudah selesai dan ikhlas berumah tangga pun tak sengaja. Suatu hari, ada temanku yang bilang “Sono, lo main kek apa kek mumpung masih single, bentar lagi dah punya suami”. Saat itu, aku pun kaget dengan reaksiku, aku enggak punya hal yang ingin aku lakukan mumpung belum menikah. Karena bagiku, semuanya sudah cukup, dan yang lainnya bisa dilakukan saat sudah berpasangan juga kok, enggak perlu mumpung masih single. saat itu justru aku lebih sibuk dengan belajar masak, atau membaca buku rumah tangga yang penting buat menata hati. Jadi, udah siap menikah kawan? Udah siap semua mimpinya dibicarakan berdua?

Setelah urusan dengan diri sendiri telah usai, ego sudah bisa diatur dan tidak setinggi dulu, toleransi adalah hal lain yang mesti di tingkatkan. Perbedaan yang ku bahas di atas butuh dibicarakan dan dicari penyelesaiannya. Ada hal unik dari pernikahanku dengan suamiku, Mas Yuda enggak bisa tidur kalau aku peluk atau sedang meluk aku. Akhirnya kita memutuskan untuk memuluk guling masing-masing agar dapat tidur nyenyak. bagiku itu bukan masalah, justru senang, karena saat kita enggak suka sesuatu, pasti kita akan membicarakannya sehingga bisa dicari gimana enaknya. Masalah tidur ini, justru memberikan kita waktu pribadi setiap harinya.

Menikah pasti akan mengubah hidupmu, dari hal besar hingga kebiasaan kecil kadang kita tidak sadari. Jika kamu siap, maka rumah tangga itu akan siap. Dan siap adalah tanggung jawab masing-masing, so, get ready! Dan berniatlah saat kamu sudah siap.

Ziana Walidah

Co-Producer Kalajournal.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *